RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Waroeng Emak Surabaya

RAWON

Ketika Anda bertandang ke Surabaya, tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati ragam kuliner tradisional yang ditawarkan ibu kota Jawa Timur ini. Salah satunya Rawon, yang menjadi ikon sekaligus pesona wisata yang ditawarkan spot–spot kulinernya.

Namun demikian, jika penasaran akan kelezatan penganan tradisional khas ini, Anda tidak jauh–jauh bertandang ke Pulau Jawa. Sebab, untuk menikmatinya, anda cukup mengunjungi Waroeng Emak Surabaya yang beralamat di Jalan S Parman No 23 F, Bandar Lampung.

Rawon adalah semacam sup daging khas Jawa Timur. Ciri dari hidangan satu ini, terletak pada kuahnya yang berwarna pekat kehitaman. Itu karena rawon dibumbui memakai biji kluwek, yakni biji besar yang sepintas mirip buah jengkol.

Kluwek dipercaya tinggi kandungan vitamin C dan beta karoten. Sehingga, zat ini memberikan cita rasa asam pada kuah sup daging hitam ala Jawa Timur tersebut. Oleh sebab itu, meski kini menu ini hadir di Lampung. Tapi, tidak sedikit pun merubah ciri khas citarasa dan aroma yang dihadirkan.

Karena menu andalan dan favorit ini masih terbilang langka, maka sering disebut rawon sebagai kuliner ekslusif yang berkarakter. Bicara soal rasa, penanganan ini juga menawarkan cita rasa gurih dan aroma wangi kluwek yang khas. Adapun padu padannya, biasanya dikonsumsi dengan nasi hangat, tempe goreng dan sambal goreng tempe spesial kering.

Rawon


KRENGSENGAN
Selain Rawon yang menjadi menu andalan, Waroeng Emak Suroboyo juga menghadirkan kuliner Krengsengan yang tidak kalah lezatnya. Masih berbahan daging sapi, penganan satu ini mengandalkan kuah kental sebagai kekuatannya. Namun, untuk penyajiannnya menu ini terbilang unik dan menarik perhatian penikmatnya. Sebab, krengsengan disajikan menjadi satu dengan nasi dengan teknik siram. Oleh sebab itu, menjadi ciri khas dari kuliner ini, adalah variasi warna putih dan hitam kecokelatan.

Untuk pengolahan krengsengan, dibutuhkan daging sapi segar, kecap manis spesial dan beberapa bumbu tradisional khas Jawa Timur lainnya. Sejumlah bahan baku ini, diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan perpaduan cita rasa, aroma dan bentuk yang menarik. Adapun, untuk penyajiannya dibutuhkan waktu sekitar satu jam lamanya.

Meski mengolahnya membutuhkan waktu cukup lama, tetapi untuk penyajiannya hanya perlu waktu 5–10 menit saja. Sedangkan untuk padu padannya cukup sederhana, krengsengan dapat dinikmati hanya dengan tempe goreng saja. Sebab, pada dasarnya penganan ini sudah komplit.

Di daerah asalnya, krengsengan merupakan menu makanan favorit. Namun untuk pengolahan, tidak menggunakan kluwek sebagai bumbu utama. Tapi lebih pada memilih kecap manis spesial sebagai padu padan dari kuah daging sapi potong dadu ini.

Keutamaan dari nasi komplit ini, tidak lepas dari peranan bumbu rempah spesial untuk menyajikan rasa dan aroma yang sempurna. Selain itu, bahan baku fresh yang digunakan membuat daging sapi lembut, juga perpaduan bumbu rempahnya begitu terasa hingga ke sela–sela daging.


Krengsengan

NASI RAMES
Anda mungkin tidak asing lagi, dengan kuliner nasi rames. Sebab, nasi yang dikenal dengan sebutan nasi campur ini, sudah populer di tengah–tengah masyarakat nusantara. Namun demikian, untuk penyajiannya tentu antardaerah satu dengan lainnya berbeda, tergantung pada kebudayaan setempat.

Salah satunya adalah nasi rames khas Jawa Timur, yang ditampilkan dalah menu Waroeng Emak Suroboyo. Penganan tradisonal ini dipilih, karena terbilang praktis. Sebab tidak banyak lauk-pauk sebagai pelengkapnya, cukup terdiri dari 3–4 macam saja.

Pada dasarnya, ciri dari nasi rames Surabaya adalah kelengkapan lauk-pauknya. Akan tetapi, dalam nasi campur ini, tidak ada unsur sayur–sayuran sama sekali. Pengolahannya pun cukup sederhana, yakni nasi putih hangat yang dipadukan dengan ayam goreng, telur pedas dan daging krengsengan.

Tidak seperti menu sebelumnya, nasi rames Surabaya disajikan kering, tanpa unsur kuah sedikit pun. Selain itu, cita rasa dari menu satu ini cukup beragam, tergantung pada masing–masing lauk pauk yang disajikannya. Meski begitu, penganan ini memiliki rasa yang menonjol: pedas, gurih, manis dan aroma khas krengsengan.

Selain itu, sebagai pelengkap rasa, biasanya menu ini disajikan dengan sambal bajak sebagai padu padannya. Adapun untuk menikmati sensasi nasi lengkap ini, pelanggan hanya cukup merogoh kocek Rp 10 ribu per porsinya.