RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Bisnis Restoran Tumbuh Subur

Bisnis rumah makan sangat menjanjikan. Di Lampung, pertumbuhan bisnis ini meningkat tajam sejak 2010 hingga semester pertama tahun ini. Namun, pertumbuhan sangat signifikan terjadi di segmentasi menengah ke bawah.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Restoran BPD PHRI Lampung Aliyana. Menurutnya, pertumbuhan bisnis restoran atau rumah makan sangat luar biasa. Terutama untuk rumah makan dengan segmen pasar menengah ke bawah.

’’Saat ini rumah makan pecel lele, rumah makan Padang, dan lainnya tumbuh menjamur di mana-mana,’’ katanya.

Segmen rumah makan ini memang lebih ke kalangan menengah ke bawah. Mengingat harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau.

Ia mengatakan, untuk rumah makan pecel lele sebenarnya memang telah lama ada. Namun sebelumnya, lebih ke pedagang kaki lima. Setelah terdapat rumah makan yang menyajikan menu pecel lele dengan konsep restoran lalu berhasil, banyak pengusaha yang lalu mencoba bisnis sama.

Aliyana menambahkan, tren peningkatan pertumbuhan rumah makan ini terutama yang bersegmen menengah ke bawah terus terjadi di semester dua ini.

’’Jika ada pengusaha yang ingin terjun ke bisnis ini, harus benar-benar melihat situasi pasar. Kalau ingin dirikan restoran yang besar, ya besar sekalian. Atau kaki lima,’’ terangnya.

Sebab, jika mendirikan restoran yang tengah-tengah, akan sulit untuk bersaing.

Ia mengutarakan, intinya untuk industri ini harga terjangkaulah yang akan diminati konsumen. ’’Restoran yang menawarkan harga mahal akan ditinggalkan konsumennya. Hal ini tak hanya berlaku di Lampung, kota-kota lainnya juga demikian,’’ terang pemilik Rumah Makan Rumah Kayu ini.

Ia menambahkan, untuk mendirikan bisnis ini cukup memperhatikan lima hal. Yakni harga, rasa, nuansa, pelayanan, dan kebersihan.

Sementara terkait bulan puasa, menurutnya, tidak akan berpengaruh banyak dengan industri rumah makan.

’’Omzet sama saja dengan hari biasa. Sebab, siang hari kan sepi, hanya saat malam ramai,’’ ujarnya. (eka/c3/wan) 
 
Sumber : Radar Lampung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar