RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Rumah Warung Yunyanti

SAYUR TERI DAUN SINGKONG
Sayur Teri Daun Singkong dapat menjadi alternatif pilihan dari varian menu kuliner yang dapat di pesan di Rumah Warung Yunyanti. Sama halnya dengan sayur lainnya, penganan ini tetap mengandalkan kuah sebagai ciri khas dan pembentuk rasanya. Untuk bahan baku pengolahan, terdiri dari daun singkong segar, teri medan, dan santan.

Pemilik Rumah Warung Yunyanti menjelaskan, prinsipnya kuliner satu ini adalah pelengkap dari menu makanan utama. Namun, pada sekali waktu menu ini terkadang sengaja dipesan dan dinikmati khusus oleh konsumennya. Adapun, citarasa gurih dan perpaduan aroma teri dan santan sangat melekat pada penganan ini.

"Sayur teri daun singkong, sebenarnya adalah perpaduan antara daun, santan, teri, dan rempah-rempah. Karena itu, dari banyak bahan baku yang digunakan, kekuatan utamanya terletak pada kuahnya.

Untuk itu, selain bahan baku utamanya, kami cukup berhati-hati untuk menyajikan kuah dari sayuran ini. Bila seadainya kuah tidak senada dengan daun singkong dan teri, maka kelezatannya bakal berkurang. Sebab, untuk penentu citarasanya, pada dasarnya antar bahan yang digunakan saling berkaitan," katanya

SAYUR_TER_(IST).JPG
Sayur Teri Singkong


BUBUR DURIAN KACANG IJO
Bubur Durian Kacang Ijo menjadi salah satu makanan penutup favorit dan andalan yang ditampilkan dalam menu makanan Rumah Warung. Kuliner ini menyajikan citarasa khas manis, segar dan dingin, ditambah aroma wangi khas durian yang memikat.

Untuk bahan baku pembentuknya, bubur duren kacang Ijo terdiri dari buah durian asli Lampung, kacang hijau, santan dan gula merah. Juga untuk pengolahannya dilakukan terpisah.

Tahap pertama, durian direbus bersama dengan gula merah hingga matang dan memunculkan aroma segar khas durian. Proses ini oleh masyarakat disebut kinca. Tahap selanjutnya, olahan kacang hijau dan beberapa bahan baku pembuat bubur lainnya dimasak hingga layaknya menjadi sebuah bubur kacang ijo.

"Untuk tahap pengolahannya, kedua proses ini sudah cukup dan dianggap selesai. Namun tidak demikian halnya dengan penyajian, sebab kedua bahan baku ini tetap harus menyatu. Ketika ingin disajikan, dilakukan penyiraman olahan durian di atas bubur kacang ijo. Selanjutnya bubur ini disiram santan dan diberi es batu pada tahap penyajiannya," ungkap Yunyanti, pemilik Kuliner Rumah Warung.

Dia mengaku, bubur durian kacang ijo buatannya agak berbeda dengan kebanyakan menu sejenisnya. Biasanya bubur disajikan dalam keadaan hangat, namun ini dinikmati dengan penambahan es batu, yang memunculkan kesan dingin bagi para penikmatnya

BUBUR_DURIAN_(IST).jpg
Bubur Durian Kacang Ijo


PEPES TERI
Menggunakan konsep pepes atau makanan berbalut daun pisang, Rumah Warung menawarkan kelezatan pepes teri. Berbahan dasar ikan air berukuran mini (teri) pilihan, dan paduan beberapa jenis bumbu rempah tradisional, membuat menu satu ini sangat cocok untuk menemani makan siang Anda.

Pemilik Rumah Warung Yunyanti mengatakan, pada prinsipnya teknik pengolahan kuliner ini sama halnya dengan penganan pepes sejenisnya. Membuatnya berbeda, adalah pada penggunaan bahan baku teri yang dalam keadaan segar. Tidak hanya itu, konsumen juga diberi dua pilihan jenis ikan, yakni ikan teri nasi dan teri galer yang lebih besar ukurannya.

Untuk pengolahannya, tambah Yunyanti, ikan teri dibumbi dengan aneka rempah, kemangi dan dibungkus dengan daun pisang. Selanjutnya, bungkusan ikan ini dimasak dengan cara dikukus selama 15 menit hingga ikan matang yang ditandai dengan warna kuning keemasan pada ikan. Agar pepesan tidak berair, maka selama lima menit penganan ini dibakar dengan api kecil selama lima menit lamanya.

"Pada dasarnya citarasa yang muncul dari pepes teri ini adalah gurih. Selain itu juga, rasanya asin dan manis yang sedang, ditambah aroma khas kemangi yang segar menambah apik kesan pepes teri ini.

Sejauh ini, kuliner ini cukup banyak peminatnya. Sebab menu ini juga dapat dinikmati anak-anak, karena tulangnya kecil dan rapuh. Selain itu, kandungan proteinnya yang tinggi, menjadi salah satu alasan bagi penikmat pepes teri ini," ujarnya.

PEPES_TERI_(IST).jpg
Pepes Teri


RENDANG JENGKOL
Setiap mendengar istilah rendang, pasti yang terpikir dibenak kita adalah kuliner khas Sumatera Barat, yang menyajikan potongan daging dengan balutan bumbu kental di setiap sisinya. Namun, apa jadinya bila jengkol dijadikan sebuah rendang. Serupa tapi tak sama, kata ini yang bisa diungkapkan dalam sajian menu kuliner Rumah Warung.

Bagi yang tidak menyukai jengkol, yang terbayang adalah rasanya yang pahit dan baunya luar biasa tidak sedap ketika dikonsumsi. Tidak hanya itu, ketika buah air kecil aroma jengkol pada urine akan membuat tidak nyaman pemakai toilet. Tapi, apakah hal yang sama akan terjadi ketika menikmati rendang jengkol?

Pemilik Rumah Warung, Yunyanti menjelaskan, tidak seperti yang dibayangkan ternyata rendang jengkol menawarkan kenikmatan tersendiri. Terutama pada citarasa gurih pedas dan aroma wangi khas yang dimunculkannya. Meski identik dengan bau, namun racikan kulinernya ini diakui lezat dan mampu memunculkan selera makan para pelanggannya.

"Awalnya saya sempat ragu untuk menawarkan menu ini, tapi setelah dicoba ternyata rendang satu ini mendapat hati di kalangan pecintanya. Bahkan kuliner ini tidak hanya dinikmati kalangan tua saja, beberapa di antaranya mulai disukai anak muda. Untuk tahap awal, saya menghabiskan tidak kurang dari satu kilogram jengkol per harinya," ungkap perempuan berambut pendek ini.

Yunyanti mengaku, memang butuh pengolahan khusus bagi kuliner satu ini. Salah satunya, pada saat melakukan perebusan jengkol. Sebelumnya, jengkol tua direbus hingga lembut dan terbuat getah pahitnya selama setengah jam lamanya. Setelah matang, lalu jengkol direndam bumbu khusus dan dimasak dengan santan layaknya rendang pada umumnya

RENDANG_JENGKOL_(IST).JPG
Rendang Jengkol

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar