RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Waroeng Nasi Gandul 21

NASI GANDUL
Bagi anda yang pernah tinggal, atau sekadar berkunjung ke daerah Pati, Jawa Tengah, tentu tidak asing lagi dengan kuliner khas Nasi Gandul. Namun, untuk menikmati penganan khas ini tidak perlu jauh-jauh bertandang ke Pulau Jawa. Sebab untuk menikmatinya, anda cukup mengunjungi Waroeng Nasi Gandul 21 yang beralamat di Jalan Tulang Bawang (depan SMA Arjuna), Enggal.

Penganan yang menawarkan citarasa gurih dan manis ini, menggunakan perpaduan tiga bahan baku utama, yakni nasi putih, empal daging sapi dan santan. Selain itu, untuk menampilkan aroma serta kelezatan rasanya tetap mengandalkan aneka rempah tradisional pilihan, khas Jawa Tengah.

Pengelola Waroeng Nasi Gandul 21, Eka Rahmawati mengungkapkan, menu satu ini terbilang rumit dalam hal pengolahannya, karena harus melalui beberapa tahap pembuatannya. Seperti pada pengolahan empal, sebelumnya daging sapi yang dipotong pipih dan di fresto tanpa bumbu selama 30 menit.

Setelah matang, kemudian daging ini direndam dengan bumbu rempah special empal. Selanjutnya, digoreng dengan minyak sayur hingga daging mengering dan menghasilkan aroma empal yang lezat.

Selain pengolahan empal, tambahnya, tidak kalah penting yakni pada proses pengolahan kuah santannya. Adapun bahan baku yang digunakan, di antaranya santan kelapa berukuran sedang, gula, kemiri, kecap dan berbagai rempah lainnya. Varian bumbu rempah tradisional yang digunakan, sangat mempengaruhi taste serta aroma yang ditampilkannya.

"Sejauh ini, Nasi Gandul merupakan menu favorit di tempat kami. Dari sejumlah kuliner yang kami sajikan, nasi khas Pati ini mampu memikat hati konsumen, bahkan hingga 50 persen pemesannya. Terlebih, kuliner ini juga masih terbilang langka dan ekslusif di Bandar Lampung," ungkap wanita berjilbab ini.

NASI_GANDUL.jpg
Nasi Gandul

SOTO GANDUL
Bermacam kuliner yang ada di Indonesia, bisa menggambarkan asal daerah tempatnya dilahirkan. Seperti halnya soto kudus, yang sudah dikenal di kalangan luas. Sepintas terlihat sama dengan soto pada umumnya, termasuk pada penggunaan bahan baku olahannya. Namun, tentu penganan ini memiliki ciri khas tersendiri.

Pengelola Waroeng Nasi Gandul 21, Eka Rahmawati mengungkapkan, umumnya bahan yang digunakan pada soto sama, yakni dengan suiran ayam kampung, tauge seledri, kuah kaldu dan rempah yang digunakannya. Namun, khususnya soto kudus memiliki sedikit perbedaan, yakni pada pemilihan bawang putih goreng yang digunakannya.

Pun demikian, lanjut wanita berjilbab ini, pengolahan soto dimulai dengan merebus ayam selama 30 menit lamanya. Selanjutnya ayam ini ditiriskan, lalu kuah kaldunya dicampur dengan aneka rempah, seperti kunyit, kemiri, bawang, merica dan bahan rempah penyedap lainnya. Sedangkan untuk ayam hasil tirisan, digoreng kering sebagai suiran daging ayam pembentuk soto.

Dia menambahkan citarasa, penganan ini cukup unik yakni menyajikan rasa gurih, pedas dan aroma wangi bawang putih yang tajam. Penggunaan bawang ini memang sudah menjadi khas soto kudus dan menjadi bagian penentu rasa penganan special ini.

"Sejauh ini, penganan ini sangat di sukai pelanggan kami, dengan banyaknya pemesanan menu satu ini. Apalagi kuliner ini masih terbilang langka, juga menawarkan rasa gurih, pedas, lembut dari variasi rasa rempah yang digunakannya. Aromanya pun, pasti akan menggugah selera, sehingga rugi rasanya bila tidak segera mencicipinya, apalagi kalau sampai kehabisan," pungkasnya

SOTO_KUDUS.jpg
Soto Gandul
GARANG ASEM
Masih menawarkan menu khas asal Solo, Waroeng Gandul menawarkan Garang Asem sebagai salah satu menu alternatif yang dapat dinikmamati. Makanan tradisional ini sangat terkenal dan sangat disukai oleh masyarakat Jawa khususnya. Garang asem memiliki kandungan vitamin C karena terdapat blimbing wuluh (belimbing sayur) sebagai campuran bahannya.

Meski merupakan menu tradisional, namun garang asem ini mempunyai citrarasa yang menggugah selera. Garang asem terbuat dari olahan ayam berkuah santan yang dimasak, kemudian dikukus menggunakan daun pisang. Kuliner ini juga sangat nikmat dihidangkan sebagai lauk bersama nasi hangat. Rasanya didominasi dengan rasa gurih, asam dan agak pedas.

Pengelola Waroeng Nasi Gandul 21, Eka Rahmawati menuturkan, bahan baku untuk pengolahan kuliner ini terdiri dari, asam belimbing wuluh, daun salam, bawang, tomat hijau, cabai rawit dan beberapa bahan rempah lainnya. Adapun, bahan utama dari makanan ini adalah potongan kecil daging ayam kampung.

"Untuk sebagian masyarakat Lampung, mungkin masih asing dengan kuliner Garang Asem. Oleh sebab itu Kuliner khas Jawa Tengah ini sengaja kami tampilkan, sebagai alternatif kuliner nusantara yang dapat dinikmati.

Untuk citarasanya, garang asem menyajikan citarasa gurih, asam dan agak pedas serta aroma khas belimbing wuluh. Menjadi ciri pembentuk rasa dari menu ini adalah tomat hijau, cabai rawit dan asam belimbing," pungkasnya

ferika.jpg
Garang Asem

PECEL
Ketika mendengar istilah pecel, tentu yang berada dibenak anda adalah penganan tradisional yang menggunakan kuah kacang dengan beragam sayur-sayuran hijau berserat. Memang diakui kuliner ini sudah dikenal keberadaannya, mulai dari wilayah pedesaan, perkotaan hingga ke mancanegara.

Namun demikian, tentu satu sama lain jenis pecel yang disajikan ditiap daerah memiliki sedikit perbedaan. Misalnya pada bahan baku olahan, teknik pembuatan dan citarasa yang ditampilkan pada penganan satu ini. Sebagaimana yang ditampilkan Waroeng Nasi Gandul 21, yang menyajikan Pecel Spesial Jawa Tengah sebagai alternatif kuliner yang ditawarkannya.

Pengelola Waroeng Nasi Gandul 21, Eka Rahmawati menjelaskan, pecel hasil karya dapurnya ini memiliki sedikit perbedaan dengan menu serupa pada umumnya. Ini terlihat pada bahan baku nasi putih yang digunakannya, juga teknik siram bumbu kacang hasil racikannya.

"Perbedaan antara pecel jawa dengan pecel yang ada di Lampung tentu tampak sekali bedanya. Bila pada umumnya pecel dibuat dengan lontong, maka pecel kami menggunaka nasi sebagai bahan dasarnya. Selain itu, biasanya teknik pembuatannya juga berbeda dan terbalik. Umumnya pecel, sebelumnya diolah bumbu kacangnya, baru dimasukkan sayurannya. Sebaliknya, pada pecel jawa, sayuran langsung disiram dengan bumbu kacang yang telah disiapkan sebelumnya," ungkapnya.

Pun demikian, tambahnya, bahan baku sayuran yang digunakan pada pecel jawa cukup beragam. Di antaranya, daun singkong, kangkung, bayam, kacang panjang, kol, daun pakis dan tauge. Selain itu, untuk pembuatan bumbunya menggunakan bawang, kacang tanah, gula merah, asam jawa, cabai dan rempah khas pecel lainnya yang sebelumnya telah diolah dengan cara digoreng.

NASI_PECEL.jpg
Pecel

TENGKLENG
Bagi anda penyuka rasa pedas, tidak ada salahnya jika mencoba sensasi tengkleng khas Solo yang disajikan Waroeng Nasi Gandul. Kuliner yang menggunakan iga dan tulang sapi sebagai bahan baku utamanya ini, menawarkan citarasa pedas, gurih dan sedikit asin yang tentunya belum anda rasakan sebelumnya.

Bila dilihat sepintas, menu satu ini tidak jauh berbeda dengan pindang daging yang disajikan di tempat kuliner sejenisnya. Namun, ketika dinikmati tentu anda akan merasakan perbedaan rasa dan aroma yang sangat kontras. Hal ini muncul, karena memang bahan baku rempah tradisional yang digunakan tentu berbeda.

"Secara umum, kami meracik kuliner berkuah ini dengan mengandalkan bumbu rempah special, seperti daun salam, daun jeruk dan ragam rempah rahasia lainnya. Selain itu, tentunya tidak ketinggalan dominasi cabe rawit dan cabe merah sebagai inti pembentuk rasa pedasnya.

Selintas, bila dilihat tidak berbeda dengan pindang daging pada umumnya. Namun, ketika dinikmati konsumen akan mengetahui citarasa special dari Tengkloeng solo ini," kata Eka Rahmawati Pengelola Waroeng Nasi Gandul 21.

Pun demikian, tambahnya, inti dari tengkleng ini tetap pada pengolahan kuahnya. Sebelumnya, iga dan tulang sapi diproses dengan cara dimasak sekaligus bersama dengan aneka bumbu racikannya. Proses olahan ini tidak membutuhkan banyak waktu, sebab sejak pengolahan dasar hingga penyajiannya hanya butuh waktu satu jam lamanya.

Meski begitu, harus tetap mentaati standar operasional prosedur (SOP) dan penggunaan tingkat kepanasan api khusus sebagai bahan acuannya. Ini dibutuhkan, agar tengkleng hasil racikannya sesuai dengan citarasa dan aroma yang disajikan di tempat asalnya, Solo.

TENGKLENG.jpg
Tengkleng

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar