RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Rumah Makan (RM) Jaka Ojoss

Pertumbuhan kuliner di Bandar Lampung terus menggeliat. Saat ini hadir Rumah Makan (RM) Jaka Ojoss, di Jalan Hasanudin, dekat simpang tiga Tugu Siger, Telukbetung Selatan.

Denah Lokasi RM Jaka Ojoss. Klik 2x untuk memperbesar

Rumah makan prasmanan yang dikelola Nilla Nargis dan Sunarti Zikril Hakim ini menyajikan menu utama pindang iga sapi ala Nilla. "Harga mulai dari Rp5.000. Harga yang kami berikan untuk semua kalangan," kata Nilla Nargis dalam sambutannya saat pembukaan Rumah Makan Jaka Ojoss.

Nilla juga mengatakan dibukanya rumah makan ini merupakan usaha kerja sama keluarganya. Sebelumnya, dia bersama kakak perempuannya, Nilla Yeti, mendirikan Nilla Catering yang kini berkembang pesat. "Kami sekeluarga saling mendukung untuk kemajuan usaha," kata dia.

Mantan anggota KPU Provinsi Lampung, yang kini masih aktif mengajar sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) ini, juga menjelaskan selain pindang iga sapi sebagai menu spesial, rumah makan yang dikelolanya juga menyajikan pepes baung.

Selain itu, ada juga rendang, sop, dan aneka menu Nusantara lainnya.

"Selain kami buat ala prasmanan, kami juga menyajikan makanan ampera," kata dia.


PINDANG IGA SAPI
Pindang iga sapi dengan kuah kental yang sedap dan segar bisa dijadikan pilihan menu makan siang. Rumah Makan Joko Ojosss menyediakan pindang iga sapi dengan rasa yang begitu “nonjok” di mulut.

“Ojos artinya ‘nonjok’. Nama itu diambail dari istiliah yang biasa diapakai ‘maknyus’. Makan pindang di sini rasanya nonjok banget,” kata Nilla Nargis, pemilik Rumah Makan Joko Ojosss. Kuah pindangnya berwarna merah kental dan berminyak. 

Pindang Iga Sapi


Aroma pindangnya begitu kuat. Rasanya tidak terlalu pedas, sedap, dan segar. Daging iga begitu lembut dan mudah dikunyah. Menikmati daging yang masih menempel di tulang sangat nikmat. Ada kekhasan tersendiri saat menggegit dan menguyah daging bersama tulang sapi.

Rasa pindang yang enak ini berasal dari bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumabar, laos, jahe, serai, asam, dan kemiri. Semua bumbu dihaluskan dan kemudian di tumis sampai aromanya keluar dan mendidih. Iga sapi dimasukkan dan ditambah air. Untuk menghasilkan pindang yang segar dan menggugah selera ini hanya membutuhkan waktu selama setangah jam.

Resep pindang di rumah makan yang berada di Jalan Hasanuddin ini merupakan menu keluarga dari Nilla bersama Sunarti Zikril Hakim sebagai pengelola rumah makan. Banyak yang sudah mengakui kelezatan pindang iga sapi dari keluarga Nilla karena memang sebelumnya sudah membuka usaha katering. Dari semua menu katering yang disiediakan, pindang iga sapilah yang paling dikenal dan disukai karena kekhasan dan kenikmatan rasa.

Menurut Nilla, tidak ada resep rahasia dalam membuat pindang iga sapi. Dia berbagi resep kepada siapa pun yang ingin mengetahuinya, tidak ada yang ditutup-tutupi. “Meskipun bumbu sama, tapi rasa yang dihasilkan tetap saja beda. Banyak yang bilang pindang yang kita buat rasanya beda. Banyak yang sudah ngakui pindang iga sapi di sini beda dan terus nanya apa rahasianya. Saya bilang sama saja. Rahasianya ya rajin berdoa saja,” ujar Nilla.

Membuat menu pindang memang bergantung pada keahlian tangan yang mengolahnya. Beda tangan akan berbeda juga rasanya. Semua menu makanan di Rumah Makan Ojosss dibuat oleh Sunarti. Sementara Nilla bertugas pada pemasaran dan publikasi untuk menjaring lebih banyak pengunjung. Iga sapi yang dipilih yang segar dan memang baru dipotong.

Bila iga tidak segar, akan dikembalikan ke penjual. Rumah Makan Ojosss sudah bekerja sama dengan penjual daging langganan. Pengolahan masakan dilakukan di rumah yang terletak di Lebakbudi. Setelah hampir matang, baru dibawa ke rumah makan.

Menurut Sunarti, pilihan memasak sebagian bahan di rumah juga bertujuan agar rumah makan lebih bersih dan tidak bau. Di rumah makan hanya tinggal menyediakan makanan dan menghangatkan. Dapur harus selalu bersih. Bersih atau tidaknya rumah makan dilihat dari dapurnya dahulu. Rumah makan tidak harus mewah, yang penting bersih. “Kalau limbah sedikit, rumah makan lebih bersih dan tidak akan ada lalat. Pokoknya tidak boleh ada satu pun lalat dalam rumah makan,” kata dia.

Kebersihan menjadi perioritas dan bagian dari pelayanan. Setiap orang ingin makan di tempat yang bersih dan masakannya enak. “Kalau enggak bersih, orang pun malas,” ujar dia.
Meskipun baru buka pada 15 November lalu, sudah banyak pelanggan yang datang.

Namun, kata Nilla, konsumen masih banyak yang ragu datang ke Joko Ojosss karena takut mahal, sebab yang datang kebanyakan bermobil. Harga semua menu makanan serbamurah. Untuk pindang iga sapi lengkap dengan nasi hanya dihargai Rp15 ribu, begitu pun dengan pindang baung. 

Pindang Ikan Baung


Selain pindang, Joko Ojosss juga menyiapkan pepes ayam kampung yang juga murah, hanya Rp13 ribu/porsi. Bahkan, ada menu makanan yang hanya Rp5.000/porsi. Menu ini berupa nasi sayur dengan tahu atau tempe. Untuk menghilangkan kolesterol setelah menikmati menu makanan daging, disediakan aneka jus segar. “Pokoknya jangan takut kena koleterol jika makan pindang daging di sini,” ujar Sunarti.

Joko Ojosss menyiapkan menu makanan yang berbeda setiap harinya. Menu hari ini tidak akan sama dengan menu besoknya. Menu yang selalu ada hanya pindang iga sapi. Perbedaan menu ini untuk menyiasati agar konsumen tidak bosan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar