RSS

Blog ini berisi segala hal tentang wisata kuliner di Kota Bandar Lampung dan berbagai tempat makan yang enak dan asyik yang merupakan referensi dari berbagai sumber dan rekomendasi pribadi penulis. Selamat Menikmati !!

Sate Kelinci Warung Era Rizky III

Selama ini sate kelinci menjadi menu kuliner yang hanya bisa didapatkan di daerah-daerah berudara dingin atau pegunungan, seperti Bogor. Namun, kini menu lezat yang menyehatkan ini bisa Anda nikmati di Warung Era Rizky III di Jalan Raden Gunawan, Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung.

Tidak sulit mencari warung ini karena di depannya ada plakat “Sate Kelinci”. Jika membayangkan kelinci kecil yang lucu, mungkin Anda tidak akan tega menyantap dagingnya. Dari segi bentuknya, sate kelinci tidak jauh berbeda dengan sate ayam atau kambing. Namun, tekstur daging sate kelinci lebih empuk dan rasanya manis.

Menurut Hanafi, pengelola warung, kelinci yang diolah menjadi sate dan sop merupakan kelinci lokal yang diternak di daerah Kemiling. Untuk menjaga kualitas keempukan daging, maka dipilih kelinci yang berusia lima sampai enam bulan. Seekor kelinci muda bisa diolah menjadi 70 tusuk sate. Tidak banyak bagian yang terbuang karena sisa tulangnya diolah menjadi sop kelinci.


Sate Kelinci

Pengolahan sate kelinci tidak berbeda dengan sate ayam atau sate kambing, yaitu setelah dibersihkan, daging kelinci dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan lidi. Selanjutnya daging sate yang sudah dilumuri bumbu (kecap, bawang, dan cabai) ini dibakar. Sate di bolak-balik dan kembali dilumuri bumbu agar meresap. Memanggang sate kelinci jangan terlalu matang agar kelembutan daging bisa dipertahankan. “Kalau terlalu matang, dagingnya menjadi keras dan kenyal,” ujar Hanafi.

Membuat sop kelinci pun sama seperti sop pada umumnya. Daging dan tulang-tulang kelinci yang sudah dibersihkan, dipotong dan direbus hingga mendidih. Kemudian masukkan bumbu sop yang terdiri dari rempah-rempah, seperti lada, bawang putih, daun bawang, jeruk, daun seledri, tambahkan sedikit bumbu penyedap. Sate dan sop ini sangat pas disantap dengan nasi putih. Lezat dan gurih!

Walaupun baru buka dua bulan ini, Hanafi sudah memiliki pelanggan tetap. Dia mengatakan banyak yang mencari sate dan sop kelinci karena menu ini jarang ditemukan di warung atau restoran lain. Selain langka dan unik, menu ini juga memiliki banyak khasiat. Daging kelinci dipercaya bisa mengobati penyakit asma, sesak napas, dan radang tenggorokan. “Kolesterol daging kelinci juga tidak terlalu tinggi, jadi lebih sehat,” kata dia.

Mengenai harga satu porsi sate kelinci memang lebih mahal dibandingkan sate ayam, yaitu Rp25 ribu, karena bahan baku kelincinya juga mahal. Harga satu ekor kelinci lokal berkisar Rp60 ribu—Rp90 ribu. Sementara kelinci impor bisa mencapai ratusan ribu.

Selain menyediakan makan olahan dari daging kelinci, warung ini juga menyediakan es pisang hijau. Minuman asal Makassar ini menjadi pesanan favorit pengunjung. Rasanya manis bisa dipadankan untuk menghilangkan rasa pedas usai menyantap sate dan sop kelinci.

Es pisang hijau dibuat dari pisang yang dilapisi tepung hijau, dipadu dengan kacang goreng yang sudah ditumbuk kasar, serta parutan keju, dan sirup. Sedap!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

JUAL BERBAGAI JENIS CABE: MERAH,IJO,CAPLAK,DLL
COCOK UNTUK BERBAGAI JENIS MAKANAN,PEMPEK,MIE AYAM,BAKSO,DLL
CABE YANG KAMI JUAL ADL CABE KUALITAS TERBAIK,DENGAN HARGA GROSIR
INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI:
TOKO CABE UDA MULYADI
PASAR TAMIN
TELP. 0721 257388, 0721 263810
email: ekarostanty@ymail.com

Poskan Komentar